Keutamaan Istighfar, Kisah Nyata Imam Ahmad dan Penjual Roti

Suatu hari Imam Ahmad pergi ke Syam, atau Suriah di zaman sekarang, termasuk Palestina, Lebanon, dan Yordan. Beliau pergi hanya karena keinginannya sendiri yang bahkan beliau sendiri tidak tahu apa sebabnya, juga tanpa ada hajat atau janji dengan seseorang.

Menjelang malam, Imam Ahmad datang ke sebuah mesjid. Setelah menunaikan sholat maghrib dan isya didalam masjid, kemudian Imam Ahmad membaca Al-Quran sebentar. Setelah membaca Al-Quran kemudian beliau kepojok masjid untuk beristirahat karena hendak meneruskan perjalanan keesokan harinya. Namun beliau tidak diijinkan tidur didalam masjid oleh penjaga masjid. Bahkan ketika Imam Ahmad hendak beristirahat di teras masjid, hal inipun tetap dilarang oleh penjaga masjid. Walaupun Imam Ahmad mengatakan bahwa beliau tidak memiliki tempat lain pada malam itu, penjaga masjid itu tetap bersikeras untuk menyuruhnya keluar.

Bisa saja pada saat itu, beliau mengatakan bahwa dirinya adalah Imam Ahmad, tetapi beliau tidak mau menggunakan cara itu. Jadi Imam Ahmad pun mengemasi barang-barangnya dan hendak tidur di tangga masjid. Tetapi penjaga masjid itu kembali datang untuk mengusirnya dan melarangnya untuk tidur di sana.
Karena Imam Ahmad tidak memiliki tempat lain, dan tidak mengenal daerah itu hingga tidak tahu lagi kemana hendak pergi, beliau mencoba untuk bertahan untuk tetap tinggal di tangga masjid. Si penjaga masjid pun tak mau kalah, tidak tahu bahwa dia sedang berhadapan dengan Imam Ahmad, dia memegang kaki Imam Ahmad, dan kemudian menyeretnya hingga ke tengah jalan lalu meninggalkannya di sana.

Kemudian apa yang terjadi? Seorang tukang roti yang tinggal di sebelah masjid menghampiri Imam Ahmad dan berkata, “Kau bisa tidur di toko rotiku malam ini.” Tukang roti itu telah menolong Imam Ahmad. Selama berada di rumah tukang roti, Imam Ahmad selalu mengamati laki-laki ini. Tukang roti itu sedang mengaduk adonan rotinya, dan kemudian memasukkannya ke dalam oven. Sepanjang waktu dia bekerja mengerjakan segala hal untuk membuat roti, tukang roti ini tak pernah berhenti mengucapkan “Astaghfirullah, wa atubu ilaih”. Di sepanjang malam dia beristighfar.

Imam Ahmad begitu terkejut. Biasanya orang-orang akan menjadi letih setelah beristighfar selama beberapa menit, tetapi orang ini terus menerus beristighfar di sepanjang waktu dia bekerja. Terus menerus dia mengucapkan “Astaghfirullah, wa atubu ilaih”.
Tertakjub, Imam Ahmad pun bertanya kepadanya, “Sudah berapa lama kau melakukan ini?”
“Apa maksud Anda, Tuan?”
“Beristighfar kepada Allah.” terang Imam Ahmad.
“Semenjak aku bujang. Inilah yang selalu aku lakukan.” jawab tukang roti itu.

Imam Ahmad kembali bertanya kepadanya, “Apa yang telah engkau dapatkan dari Allah sebagai hasil dari semua istighfar yang kau lakukan?”

Si pembuat roti lalu menjawab, “ya begitulah adanya..sungguh saya benar-benar telah mendapatkan faidah dari keutamaan mengamalkan istighfar. Demi Allah, sejak saya mengamalkan istighfar, saya tidak memohon sesuatu kepada Allah kecuali pasti dikabulkan. Doa saya selalu diijabah oleh allah. Hanya ada satu doa yang belum dikabulkan sampai saat ini.”

Imam Ahmad bertanya, “Apakah satu doa itu?”
Tukang roti itu menjawab, “Mendapatkan kesempatan untuk bertemu Imam Ahmad.”
Mendengar ini Imam Ahmad tersenyum lebar. Beliau memeluk laki-laki ini dan berkata,
“Allahu Akbar, Allah telah membawakan Ahmad kepadamu dengan menyeret kakinya hingga sampai ke toko rotimu. Jika bukan karenamu, mungkin malam ini aku bisa tidur nyenyak di masjid.”

“Amalan yang lebih dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus dilakukan walaupun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Related Search

Tags: #ahmad bin hanbal #imam ahmad #istighfar #keutamaan istighfar #tukang roti

Anda sedang membaca artikel tentang Keutamaan Istighfar, Kisah Nyata Imam Ahmad dan Penjual Roti. Silahkan baca artikel blog.bodi.web.id tentang Artikel, Islami lainnya. Semoga bermanfaat ...

Kisah Tauladan, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Anak Tukang Riba
Kisah Tauladan, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Anak Tukang Riba
Sufyan Ats-Tsauri bernama lengkap Sufyan bin Sa’id
Kisah Tauladan Urwah bin Zubair
Kisah Tauladan Urwah bin Zubair
Berikut ini adalah kisah tauladan dari Urwah
Kisah Ibnu Ummi Maktum Sahabat Rasulullah Yang Buta
Kisah Ibnu Ummi Maktum Sahabat Rasulullah Yang Buta
Sahabat Rasulullah yang satu ini memang bukan

Leave a reply "Keutamaan Istighfar, Kisah Nyata Imam Ahmad dan Penjual Roti"


Top