Lagu Ombak

In Celoteh
Lagu Ombak,5 / 5 ( 1votes )

​Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.

Aku segera bergerak diam-diam
Dari balik kebiruan cakerawala
Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku

Ke pangkuan keemasan pasirnya
Dan kami berpadu dalam alunan terindah.

Aku lepaskan kehausannya
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.
Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta
di telinganya, dan dia memelukku penuh damba

Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan
Diiringi kecupan-kecupan kasih sayang
Gerakku pantas diwarnai kebimbangan
Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.

Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan

Kala air pasang kami saling memeluk
Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
Memanjatkan doa

Seribu sayang, aku selalu berjaga sendiri
Menyusut kekuatanku.
Tetapi aku pemuja cinta,
Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,
Mungkin kelelahan akan menimpaku,
Namun tiada aku bakal binasa.

— Kahlil Gibran

Related Search

Tags: #kahlil gibran #kehidupan #lagu ombak #puisi

Anda sedang membaca artikel tentang Lagu Ombak. Silahkan baca artikel Be Log tentang Celoteh lainnya. Semoga bermanfaat ...

​IPS Pertanyaannya Kepo
Obrolan singkat sama anak lanang ….. babeh
hospital
cakap-cakap siang ini ….. affan : beh,
metamorfosis awan
duhai hati yang gulana awan yang kelabu
Nasehat Kakek
Seorang cucu lelaki yg pemarah mendamprat kakeknya

Top