Menggabungkan 2 Harddisk di Centos 5.5 Dengan LVM

In Linux

Semua berawal ketika server Centos kantor mengalami gagal akses, semua user tidak bisa login ke sistem informasi yang berbasis website. Setelah usut punya usut ternyata kapasitas harddisk sudah pada puncaknya dan tidak memiliki jatah space sepeserpun samasekali. Ok, ini bencana tapi beruntunglah karena internet masih online jadi bisa dicarikan solusinya …. langkah pertama tentu saja membeli harddisk yang ukurannya lebih besar, aku membidik 1TB karena cukup untuk beberapa tahun kedepan ( kalo ga salah prediksi 😀 ). Lalu bagaimana dengan harddisk yang lama dengan kapasitas 250GB, ok, setelah tanya2 simbah ternyata silusi solusinya adalah dengan LVM.

Apa itu LVM ?? LVM adalah singkatan dari Logical Volume Management. Kita tentu pernah mengalami bahwa salah satu partisi Linux kita setelah beberapa lama ternyata hampir penuh terisi. Biasanya kita mengatasi hal ini dengan menginstall ulang Linux dan mengatur kembali partisinya, ataupun menambah harddisk baru dan kemudian memindahkan partisi yang hampir penuh itu. Kedua hal tentunya memakan waktu dan cukup merepotkan. Nah, dengan menggunakan LVM, maka bila suatu hari salah satu partisi kita hampir penuh, kita dapat menambahkan harddisk, dan kemudian ‘memperbesar’ ukuran partisi tersebut ke dalam harddisk yang baru. (sumber : dennytobing.wordpress.com)

Lalu apa bedanya dengan RAID ?? Raid adalah singkatan dari Redundant Array of Independent Disks. Konsep dasar dari RAID adalah menyatukan beberapa buah harddisk menjadi sebuah device untuk keperluan stripping (meningkatkan performance) ataupun untuk keperluan redundancy (keamanan data). Dahulu kala, untuk mensetup RAID kita memerlukan raid card yang sangat mahal, dan biasanya juga menggunakan harddisk SCSI yang juga sangat mahal. Tapi kini dengan Linux kita dapat menggunakan ‘software’ RAID. Dengan software RAID, kita dapat mensetup RAID tanpa harus menggunakan raid card dan bisa kita bisa menggunakan harddisk biasa. Ada beberapa Level RAID, yaitu RAID 0, 1, 2, 3, 4, 5. Yang biasa digunakan orang adalah RAID-0 (stripping tanpa redundancy), RAID-1 (redundancy tanpa stripping), dan RAID-5 (redundancy dan stripping).(sumber : dennytobing.wordpress.com)

  • RAID level pertama: mirroring
  • RAID level kedua : Koreksi kesalahan dengan menggunakan kode Humming
  • RAID level ketiga : Pengecekan terhadap disk tunggal di dalam sebuah kelompok disk.
  • RAID level keempat: Pembacaan dan penulisan secara independen
  • RAID level kelima : Menyebarkan data dan paritas ke semua drive (tidak ada pengecekan terhadap disk tunggal)

sumber : wikipedia

Nah, silahkan disimpulkan sendiri 😀 ……. kalo menurutku sederhananya LVM adalah untuk menggabungkan 2 buah storage dalam hal ini harddisk menjadi 1 virtual storage sehingga bisa digunakan sebagai media penyimpanan secara utuh sedangkan RAID menggunakan fungsi mirroring untuk membackup dari harddisk A ke harddisk B atau sebaliknya secara otomatis, sehingga apabila salah satu harddisk bermasalah harddisk yang lain masih bisa digunakan.

Mungkin disini aku ga akan menjelaskan bagaimana penggunaan LVM secara detail, kelemahan LVM dengan 2 harddisk yang aku lakukan sebenarnya memiliki resiko, karena jika salah satu harddisk rusak tentu akan bermasalah data yang ada didalamnya. Positif thinking saja semoga tidak ada hal2 yang buruk dikemudian hari. 😀

OK, berikut mengenai LVM

Aku membelah harddisk pada saat installasi karena menurutku itu proses yang paling mudah dan aman karena belum ada data yang masuk ….

 

1. Tandai partisi yang akan digabungkan dengan LVM

abaikan saja RAID-nya, screenshoot ini diambil pada partisi yang akan menggunakan RAID. Cukup perhatikan ” File System Type ”

2. Setelah partisi2 tersebut ditandai menggunakan LVM maka selanjutnya beberapa partisi yang tergabung didalam LVM dipartisi berdasarkan kebutuhannya.

Dari screenshoot diatas mungkin jadi lebih jelas …….. kalau mau lihat penggunaan LVM setelah proses instalasi bisa dilihat disini.

Ok, ini screenshoot ssh dari server yang sudah aku obrak abrik ….

Related Search

Tags: #data #LVM #RAID #wordpress

Anda sedang membaca artikel tentang Menggabungkan 2 Harddisk di Centos 5.5 Dengan LVM. Silahkan baca artikel Be Log tentang Linux lainnya. Semoga bermanfaat ...

Setup Unifi Controller di Debian 7 (Wheezy)
Setup Unifi Controller di Debian 7 (Wheezy)
Untuk kalangan admin jaringan memegang kendali atas
Menambahkan Swap Pada VPS Linux Debian
Menambahkan Swap Pada VPS Linux Debian
Mungkin tutorial ini sudah jamak di belantara
Restart Linux Service Ketika CPU Load Tinggi
Perkara High CPU Load adalah salah satu
Nginx Configuration Optimize
Worker Processes and Worker Connections The first

Top