kahlil gibran

Kahlil Gibran, Kasih Sayang

Kahlil Gibran, Kasih Sayang

Kasih sayang hati terbagi seperti dahan pohon aras; kalau pohon tersebut kehilangan salah satu dahannya, ia akan menderita tetapi takkan mati.
Ia akan mencurahkan seluruh vitalitasnya ke dalam dahan berikutnya sehingga dahan itu tumbuh dan mengisi tempat yang kosong.
(Kahlil Gibran)

CINTA

LALU berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.

Ditengadahkan kepalanya dan memandang pada orang-orang itu, dan keheningan
menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata:

Pabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia, Walau jalannya sukar
dan curam. Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya. Walau
pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu. Dan
kalau dia bicara padamu percayalah padanya. Walau suaranya bisa
membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman. Karena
sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk
pemangkasanmu.

Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting- rantingmu
nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari. Demikian pula dia
akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang- guncangnya di dalam cengkeraman
mereka kepada kami. Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada
dirinya sendiri.

(more…)

ga ada judul


[ REPOST ]

Dan aku melihat hal-hal yang menyedihkan,
Para Malaikat Kebahagiaan tengah berperang dg Setan-setan Penderitaan
Dan Manusia berdiri diantara mereka.
Yang satu menariknya dg Harapan dan yg lain dg Keputusasaan.

Aku melihat Cinta dan Benci bermain-main dg hati manusia,
Cinta menyembunyikan kesalahan Manusia dan memabukkanya dg anggur kepatuhan, pujian dan rayuan:
sementara Kebencian menghasutnya dan menutup telinganya dan membutakan matanya dari Kebenaran…

Aku melihat para pemimpin mulutnya berbusa seperti serigala licik dan juru-juru selamat palsu merencanakan dan bersekongkol untuk
Melawan Kebahagiaan Manusia..

Dan aku melihat Manusia memanggil Kebijakan untuk membebaskannya, tetapi Kebijakan tidak mendengarkan jeritannya, karena Manusia pernah
Mengabaikannya ketika ia berbicara kepadanya di jalan-jalan kota…
(Kahlil Gibran)

re-Post

Pagi ini iseng buka2 blog lamaku …. trus aku baca sebuah tulisan yang kalo ga salah dari Kahlil Gibran, kenapa ga yakin? maklum …. search dari google karena isinya yang bagus tapi sayang sumbernya ga jelas trus ya dikopi paste deh :D .

Jiwaku berkata dan menasihatiku agar memuaskan kehausanku dengan minum anggur yang tidak dituangkan ke dalam cangkir, yang belum terangkat oleh tangan, dan belum tersentuh oleh bibir, hingga hari itu kehausan seperti nyala redup yang terkubur dalam abu, dan tertiup angin dingin dari musim-musim semi, tetapi sekarang kerinduan menjadi cangkirku.
Cinta menjadi anggurku, dan kesendirian adalah kebahagiaanku. Jiwaku menasihatiku dan memintaku mencari yang tidak dapat dilihat. Jiwaku menyingkapkan sesuatu padaku bahwa apa yang kita sentuh adalah apa yang kita hasratkan. Sebelumnya aku sudah puas dengan kehangatan musim dingin, dan dengan angin sepoi-sepoi musim panas. Tapi sekarang jari-jariku menjadi kabut sehingga membiarkan apa yang telah dipegangnya jatuh, bertaburan, berbaur dengan yang tidak terlihat yang sekarang begitu tidak aku hasratkan

(more…)