LALU berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.
Ditengadahkan kepalanya dan memandang pada orang-orang itu, dan keheningan
menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata:
Pabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia, Walau jalannya sukar
dan curam. Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya. Walau
pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu. Dan
kalau dia bicara padamu percayalah padanya. Walau suaranya bisa
membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman. Karena
sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk
pemangkasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting- rantingmu
nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari. Demikian pula dia
akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang- guncangnya di dalam cengkeraman
mereka kepada kami. Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada
dirinya sendiri.
