freebitco.in

Teladan Nabi Ibrahim Dalam Mendidik Anak

In Artikel, Islami

Nabi Ibrahim as. dikenal sebagai bapaknya para Nabi. Banyak sekali nabi utusan Allah  SWT berasal dari keturunan Nabi Ibrahim. Mulai dari Nabi Ismail dan Nabi Ishaq, hingga berakhir pada Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut tentu bukan sekadar kebetulan, dan bukan pula sekadar keberuntungan bagi Nabi Ibrahim as. Namun, pasti ada peran yang sangat signifikan dari Nabi Ibrahim as. sebagai pribadi yang hanif, dan seorang yang memiliki visi ke depan.

Beliau bukan saja berfikir bagaimana kehidupan anak keturunannya esok hari di dunia, namun beliau juga telah memikirkan bagaimana kehidupan anak keturunannya di akhirat kelak. Walau beliau lahir dari seorang ayah penyembah berhala.

1. Modal dasar mendidik anak

Allah SWT berpesan kepada seluruh orang tua agar tidak meninggalkan anak-anak yang lemah, dan modal utama untuk itu adalah bertaqwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar. Selain itu ketaatan orang tua kepada Allah SWT juga menjadi modal dasar dalam mendidik anak. Sebab ketaatan kepada Allah akan menuntun kita menjadi orang tua yang senantiasa berusaha melakukan hal terbaik bagi anak-anak kita, menghindarkan hal-hal maksiat, dan selalu berusaha berkata benar/jujur, sehingga anak akan mengikuti perilaku orang tuanya dengan sendirinya.

Nabi Ibrahim As. dikenal sebagai seorang yang sangat patuh kepada Allah, hal tsb dijelaskan dalam Al Qur’an, Surat Al Baqarah ayat 131:

إذ قال له ربه أسلم قال أسلمت لرب العالمين

“Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”

2. Proses Mendidik Anak

Nabi Ibrahim as. telah memulai pendidikan anak, jauh sebelum anak-anak itu lahir. Hal tersebut tercermin dari doa-doa yang selalu dilantunkan dalam permohonannya kepada Allah SWT :

رب هب لي من الصالحين

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh” (QS. 37:100).

Sebuah permohonan yang tulus dan tak pernah henti, dikala usia sudah mulai uzur dan belum nampak adanya tanda-tanda lahirnya seorang anak, beliau terus berdoa, agar dianugerahkan kepadanya anak yang shaleh. Maka kemudian Allah memberinya kabar gembira berupa lahirnya seorang anak:

فبشرناه بغلام حليم

Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar” )QS. 37:101). 

3. Metode mendidik Anak

Nabi Ibrahim betul-betul mempersiapkan keturunan yang shaleh, yang taat kepada Allah, dan jauh dari syirik. Beliau juga melibatkan putranya dalam membangun peradaban, dan beramal shaleh.Kemudian Nabi Ibrahim as. mewasiatkan kepada putranya, agar tetap tunduk patuh kepada Allah, tetap dalam agama tauhid hingga akhir hayat.

Nabi Ibrahim as. menerapkan metode pendidikan yang demokratis, tidak sewenang-wenang sebagai seorang ayah. Setelah beliau tanamkan keimanan dan ketaqwaan yang kuat kepada Allah, beliaupun meminta pendapat putranya untuk urusan yang berkaitan dengannya walau itu untuk sebuah ketaatan kepada Allah SWT.

Disamping itu, kerjasama yang baik antara suami istri juga dibina dengan sangat indah, sehingga Siti Hajar sebagai istri sekaligus sebagai ibu, berperan aktif dan berjalan seiring sejalan dengan Nabi Ibrahim dalam mendidik anak.

4. Hasil Pendidikannya

Dari seorang ayah yang sangat taat kepada Allah, yang senantiasa tunduk patuh kepada-Nya walaupun ujian demi ujian yang sangat berat bahkan tidak masuk logika kita, terus ditaati oleh Nabi Ibrahim as., dan dengan visi dan metode pendidikan yang baik, disertai doa-doa yang tak pernah putus kepada Allah SWT, lahirlah keturunan yang sangat berkualitas. Menjadi suri tauladan bagi semua umat manusia, dan menjadi pemimpin. Bahkan dari keturunan Nabi Ibrahim inilah, lahir dan diutus Nabi-nabi yang berikutnya. Subhaanallah.

Allah SWT janjikan kepada Ibrahim As menjadi imam bagi seluruh umat manusia:

وإذ ابتلى إبراهيم ربه بكلمات فأتمهن قال إني جاعلك للناس إماما قال ومن ذريتي قال لا ينال عهدي الظالمين

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim”(QS. 2:124).

 

sumber : http://majalahembun.com/meneladani-nabi-ibrahim-dalam-mendidik-anak/

Related Search

Tags: #anak #mendidik #nabi ibrahim

Anda sedang membaca artikel tentang Teladan Nabi Ibrahim Dalam Mendidik Anak. Silahkan baca artikel Be Log tentang Artikel, Islami lainnya. Semoga bermanfaat ...

Kisah Tauladan, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Anak Tukang Riba
Kisah Tauladan, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Anak Tukang Riba
Sufyan Ats-Tsauri bernama lengkap Sufyan bin Sa’id
Kisah Tauladan Urwah bin Zubair
Kisah Tauladan Urwah bin Zubair
Berikut ini adalah kisah tauladan dari Urwah
Dipisahkan Dengan Yang Salah
Dipisahkan Dengan Yang Salah
Air – wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas,
Kisah Ibnu Ummi Maktum Sahabat Rasulullah Yang Buta
Kisah Ibnu Ummi Maktum Sahabat Rasulullah Yang Buta
Sahabat Rasulullah yang satu ini memang bukan

Top