CINTA

In Celoteh 271 views
CINTA,5 / 5 ( 1votes )

LALU berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.

Ditengadahkan kepalanya dan memandang pada orang-orang itu, dan keheningan
menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata:

Pabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia, Walau jalannya sukar
dan curam. Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya. Walau
pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu. Dan
kalau dia bicara padamu percayalah padanya. Walau suaranya bisa
membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman. Karena
sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk
pemangkasanmu.

Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting- rantingmu
nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari. Demikian pula dia
akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang- guncangnya di dalam cengkeraman
mereka kepada kami. Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada
dirinya sendiri.

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang. Dia mengetam engkau demi
membebaskan engkau dari kulit arimu. Dia menggosok-gosokkan engkau sampai
putih bersih. Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar; Dan kemudian
dia mengangkat engkau ke api sucinya. sehingga engkau bisa menjadi roti
suci untuk pesta kudus Tuhan.

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami
rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati
Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan
kenikmatan cinta.

Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir
dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak
tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil
apa pun kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tiada memiliki, pun tiada
ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,”
tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan.”

Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta,
pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila
kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini
menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh. Merasa dilukai
akibat pemahamanmu sendiri tentang cinta; Dan meneteskan darah dengan
ikhlas dan gembira. Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan
mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;

Isilah di kala siang dengan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap- luap;

Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita
puji pada bibirmu.

———–
From “The Prophet” Kahlil Gibran, Lebanese Poet

Related Search


matahariku
matahariku
pada sisi tergelapku aku berharap selalu bahwa
tiada
tiada
aku tak menggenggam apapun aku tak memiliki
kau
kau adalah puisi indah yang terukir lembut
bayangmu
bayangmu
entah mengapa …. malam menghantarkan bayang wajahmu

Top