Korban Malpraktek

In Celoteh 1387 views

Korban Malpraktek – Beberapa tahun belakangan ini di Indonesia banyak kejadian yang cukup menarik perhatian terutama mengenai ketidakadilan, kenapa ngga semua seolah bisa diputar balikkan dengan begitu mudah …. sudah sangat tipis beda antara yang benar dan yang salah. Sebut saja kasus Prita Mulyasari yang mencoba berkeluh kesah mengenai pelayanan sebuah rumah sakit dan kemudian berakhir di meja hijau.

Pagi ini ketika akan berangkat kerja ternyata aku menemui seorang keluarga yang memiliki kasus yang kurang lebih sama seperti Prita tapi kalau menurutku lebih parah meskipun tidak berkeluh kesah pada sebuah media ataupun berakhir di meja hijau. Aku bertanya pada si Ibu mengenai sakit anaknya dan kenapa berobat sebegitu jauh ke Karanganyar sedangkan di Jogja banyak rumah sakit yang memiliki kredibilitas. Si Ibu pun bercerita ihwal anaknya bisa seperti sekarang yang didiagnosa memiliki kanker sehingga untuk buang air kecilpun tidak bisa, dan saat ini hanya mengandalkan selang kateter.

Awalnya si anak menjalani operasi usus buntu pada sebuah rumah sakit di Jogja, sebulan setelah menjalani operasi si anak tersebut mengalami kesulitan buang air kencing dan kondisinya pun tidak kunjung pulih pasca operasi. Setelah memeriksakan kembali ke rumah sakit yang sama kemudian dinyatakan ada tumor dan karena stadiumnya belum tinggi oleh pihak rumah sakit diberi obat untuk rawat jalan. Setelah beberapa waktu mengkonsumsi obat, kondisi si anak bukannya menunjukkan tanda2 sehat tapi justru sebaliknya. Dengan kecurigaan yang dirasanya si Ibu kemudian membawa anak tersebut ke rumah sakit lain untuk diperiksa dan ternyata benar saja si anak tidak memiliki tumor seperti yang diinformasi oleh rumah sakit yang terdahulu. Namun ini sudah terlambat karena kondisi ginjal si anak sudah terlanjur rusak parah karena mengkonsumsi obat-obatan dengan dosis tinggi dalam jangka waktu yang lama.

Pada kejadian yang kedua tersebut si anak sempat mondok di rumah sakit di Jogja selama kurang lebih 29 hari dan menurut si Ibu sampai menghabiskan biaya 50 juta tapi tanpa ada perkembangan yang berarti.

Efek dari kesalahan tindakan medis tersebut setelah 3 tahun adalah si anak positif menderita kanker pada bagian dalam yang akhirnya sampai dipasang 2 selang kateter yang terpasang pada badannya yang kurus. Beruntung anak tersebut cukup memiliki semangat yang besar dan cukup ikhlas menerima semuanya, bagaimana tidak dia berobat sendiri ke Karanganyar yang kurang lebih jaraknya 2 – 3 jam dari Jogja sendirian karena Ibunya harus menjaga ujian karena sebagai guru dan Bapaknya sedang sakit.

Hal-hal seperti ini selalu menari-nari dalam pikiranku termasuk cerita seorang pemulung yang menggendong jenazah anaknya di dalam KRL hanya karena ingin meminjam uang pada teman sesama pemulung di daerah yang lain. Apa siy yang menjadi konsentrasi mereka2 yang berada di atas selain daripada harta dan kedudukan ??? Sebegitu parahkah negeri ini ???

 

>> just my story and personal thought

Related Search

Tags: #Indonesia

Rindu di bulan Juli
tak kusangka pergimu begitu cepat tak sempat
Perpisahan
Perpisahan Meninggalkan hal yang disayangi Meninggalkan hal
Februari
Februari
Rinduku membuncah diawal Februari Bayangmu kembali selintas
sabar
waktu akan berpihak pada yang sabar dan

Top