Kumpulan Sajak Sapardi Djoko Damono Sang Maestro

In Celoteh 1477 views

“Aku ingin mencintamu dengan sederhana”

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

“Hatiku selembar daun”

Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput

Nanti dulu, biarkan aku sejenak berbaring di sini

Ada yang masih ingin ku pandang

Yang selama ini senantiasa luput

Sesaat adalah abadi

Sebelum kau sapu taman setiap pagi

“Kuhentikan Hujan”

Kuhentikan hujan

Kini matahari merindukanku, mengangkat kabut pagi perlahan

Ada yang berdenyut dalam diriku

Menembus tanah basah

Dendam yang dihamilkan hujan

Dan cahaya matahari

Tak bisa kutolak matahari memaksaku menciptakan bunga-bunga

“Hujan di bulan Juni”

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan Juni

Dihapuskannya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga it

“Yang fana adalah waktu”

Yang fana adalah waktu

Kita abadi

Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

Sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu.

Kita abadi.

Related Search

Tags: #Aku ingin mencintamu dengan sederhana #Hatiku selembar daun #Hujan di bulan Juni #Kuhentikan Hujan #Sapardi Djoko Damono #Yang fana adalah waktu


matahariku
matahariku
pada sisi tergelapku aku berharap selalu bahwa
tiada
tiada
aku tak menggenggam apapun aku tak memiliki
kau
kau adalah puisi indah yang terukir lembut
bayangmu
bayangmu
entah mengapa …. malam menghantarkan bayang wajahmu

Top