Menggabungkan 2 Harddisk di Centos 5.5 Dengan LVM

In Linux 1213 views

Semua berawal ketika server Centos kantor mengalami gagal akses, semua user tidak bisa login ke sistem informasi yang berbasis website. Setelah usut punya usut ternyata kapasitas harddisk sudah pada puncaknya dan tidak memiliki jatah space sepeserpun samasekali. Ok, ini bencana tapi beruntunglah karena internet masih online jadi bisa dicarikan solusinya …. langkah pertama tentu saja membeli harddisk yang ukurannya lebih besar, aku membidik 1TB karena cukup untuk beberapa tahun kedepan ( kalo ga salah prediksi 😀 ). Lalu bagaimana dengan harddisk yang lama dengan kapasitas 250GB, ok, setelah tanya2 simbah ternyata silusi solusinya adalah dengan LVM.

Apa itu LVM ?? LVM adalah singkatan dari Logical Volume Management. Kita tentu pernah mengalami bahwa salah satu partisi Linux kita setelah beberapa lama ternyata hampir penuh terisi. Biasanya kita mengatasi hal ini dengan menginstall ulang Linux dan mengatur kembali partisinya, ataupun menambah harddisk baru dan kemudian memindahkan partisi yang hampir penuh itu. Kedua hal tentunya memakan waktu dan cukup merepotkan. Nah, dengan menggunakan LVM, maka bila suatu hari salah satu partisi kita hampir penuh, kita dapat menambahkan harddisk, dan kemudian ‘memperbesar’ ukuran partisi tersebut ke dalam harddisk yang baru. (sumber : dennytobing.wordpress.com)

Lalu apa bedanya dengan RAID ?? Raid adalah singkatan dari Redundant Array of Independent Disks. Konsep dasar dari RAID adalah menyatukan beberapa buah harddisk menjadi sebuah device untuk keperluan stripping (meningkatkan performance) ataupun untuk keperluan redundancy (keamanan data). Dahulu kala, untuk mensetup RAID kita memerlukan raid card yang sangat mahal, dan biasanya juga menggunakan harddisk SCSI yang juga sangat mahal. Tapi kini dengan Linux kita dapat menggunakan ‘software’ RAID. Dengan software RAID, kita dapat mensetup RAID tanpa harus menggunakan raid card dan bisa kita bisa menggunakan harddisk biasa. Ada beberapa Level RAID, yaitu RAID 0, 1, 2, 3, 4, 5. Yang biasa digunakan orang adalah RAID-0 (stripping tanpa redundancy), RAID-1 (redundancy tanpa stripping), dan RAID-5 (redundancy dan stripping).(sumber : dennytobing.wordpress.com)

  • RAID level pertama: mirroring
  • RAID level kedua : Koreksi kesalahan dengan menggunakan kode Humming
  • RAID level ketiga : Pengecekan terhadap disk tunggal di dalam sebuah kelompok disk.
  • RAID level keempat: Pembacaan dan penulisan secara independen
  • RAID level kelima : Menyebarkan data dan paritas ke semua drive (tidak ada pengecekan terhadap disk tunggal)

sumber : wikipedia

Nah, silahkan disimpulkan sendiri 😀 ……. kalo menurutku sederhananya LVM adalah untuk menggabungkan 2 buah storage dalam hal ini harddisk menjadi 1 virtual storage sehingga bisa digunakan sebagai media penyimpanan secara utuh sedangkan RAID menggunakan fungsi mirroring untuk membackup dari harddisk A ke harddisk B atau sebaliknya secara otomatis, sehingga apabila salah satu harddisk bermasalah harddisk yang lain masih bisa digunakan.

Mungkin disini aku ga akan menjelaskan bagaimana penggunaan LVM secara detail, kelemahan LVM dengan 2 harddisk yang aku lakukan sebenarnya memiliki resiko, karena jika salah satu harddisk rusak tentu akan bermasalah data yang ada didalamnya. Positif thinking saja semoga tidak ada hal2 yang buruk dikemudian hari. 😀

OK, berikut mengenai LVM

Aku membelah harddisk pada saat installasi karena menurutku itu proses yang paling mudah dan aman karena belum ada data yang masuk ….

 

1. Tandai partisi yang akan digabungkan dengan LVM

abaikan saja RAID-nya, screenshoot ini diambil pada partisi yang akan menggunakan RAID. Cukup perhatikan ” File System Type ”

2. Setelah partisi2 tersebut ditandai menggunakan LVM maka selanjutnya beberapa partisi yang tergabung didalam LVM dipartisi berdasarkan kebutuhannya.

Dari screenshoot diatas mungkin jadi lebih jelas …….. kalau mau lihat penggunaan LVM setelah proses instalasi bisa dilihat disini.

Ok, ini screenshoot ssh dari server yang sudah aku obrak abrik ….

Related Search

Tags: #data #LVM #RAID #wordpress

Install Pi-Hole DNS Blokir Iklan dan Tracker
Install Pi-Hole DNS Blokir Iklan dan Tracker
Pi-Hole merupakan salah satu pelindung user internet
Migrasi VPS Panel dari Tuxlite ke VestaCP
Migrasi VPS Panel dari Tuxlite ke VestaCP
Setelah sekian lama menggunakan Tuxlite akhirnya diputuskan
Upgrade PHP 5.6 ke PHP 7.0 Nginx Debian Jessie
Upgrade PHP 5.6 ke PHP 7.0 Nginx Debian Jessie
Sebetulnya sudah agak lama warning untuk upgrade
Mengatasi LetsEncrypt Invalid Response Acme-Challenge
Terkadang pada saat proses renewal Certs Letsencrypt

Top