Nurdin Halid CS Kembali Menjadi Calon Ketua PSSI ???

In Artikel, Berita 732 views

Keputusan Komite pada Sabtu (19/2) kemarin memutuskan Nurdin dan Nirwan sebagai calon ketua PSSI untuk periode selanjutnya. Dengan dinyatakannya Nurdin Nirwan sebagai calon ketua PSSI maka calon ketua yang lain yaitu Arifin dan Toisutta dianggap gugur. Alasan tidak dipilihnya Arifin dan Toisutta yaitu ….

Arifin juga tidak lolos karena keterlibatannya dalam Liga Primer Indonesia (LPI). “Bahwa Liga Primer Indonesia tidak dikenal dan tidak diakui oleh PSSI dan dengan demikian melanggar statuta PSSI. Bahwa terkait dengan aktivitas ilegal tersebut, PSSI telah menjatuhkan sanski-sanksi kepada beberapa klub, perangkat pertandingan, offisial, dan pemain yang terlibat dalam aktivitas Liga Primer Indonesia. Bahkan pada tanggal 27 Januari 2011 dan 1 Februari 2011, PSSI secara resmi telah pula melaporkan kepada FIFA,” lanjut SK itu.

Atas dasar tersebut, Komite Pemilihan memutuskan Arifin tidak lolos dalam verfikasi karena hanya memenuhi tiga syarat dari empat syarat yang diminta. Jika melihat keputusan Komite Pemilihan, keputusan ini cukup janggal. Pasalnya, di dalam Statuta PSSI pasal 35 ayat 4 tertulis “…Mereka harus telah aktif di sepak bola sekurang-kurangnya lima tahun..”

Sementara itu, Toisutta dinyatakan tidak lolos karena tidak memenuhi persyaratan tentang harus aktif di sepak bola sekurang-kurangnya lima tahun. Pertimbangannya sebagai berikut:

a. Kapasitan Toisutta hanya sebagai pembina sepak bola di lingkungan Angkatan Darat yaitu Pleton-C/741 tahun 1978-1979, Kompi-C/74` tahun 1980-1981, Yonif 700/Wrb tahun 1991-1992, Kodim 1417/WRb tahun 1993-1994, Rindam II/SWj tahun 1996-1997, Rem051/Wjy tahun 1997-1998, Divif I/Kostrad tahun 2004-2005, Kodam XVII/Tkr tahun 2005-2006, Kodam III/Slw tahun 2006-2007, Kostrad tahun 2007-2009, PSAD Pusat tahun 2009 sampai sekarang. Ia bukan sebagai ofisial dan atau pemain yang mempunyai tanggung jawab teknis, medis, dan administratif sebagaimana diatur dalam statuta PSSI.

b. Klub yang dibina Toisutta tersebut juga bukan merupakan klub yang menjadi anggota PSSI dan belum pernah mendaftar dan diterima serta terdaftar sebagai anggota PSSI sebagaimana diatur dalam statuta PSSI.

c. Surat Keterangan PSSI Cabang Kota Bandung Nomor 034/KU/PC.PSSI/K.BDG/II/2011 tertanggal 3 Februari 2011: 0SK/20/1/2011 yang merekomendasikan Toisutta untuk menjadi Ketua Umum PSSI, Komite Pemilihan berpendapat, PS/SSB Bara Siliwangi bukan merupakan klub yang menjadi anggota PSSI dan belum pernah mendaftar dan diterima serta terdaftar sebagai anggota PSSI sebagaimana diatur dalam statuta PSSI.

sumber : kompas.com

orang yang jelas2 sudah memiliki pengalaman dalam persepakbolaan justru digugurkan dari calon ketua PSSI, lalu bagaimana dengan yang pernah tersandung kasus dan sempat mendekam ditahanan.

Proses verifikasi dikatakan tak transparan karena Komite Pemilihan tak mengungkapkan alasan mengapa kedua kandidat reformis itu tak lolos. Sebaliknya, salah satu calon petahana, Nurdin Halid, bersama Nirwan Bakrie malah dinyatakan lolos. Padahal, Nurdin terlibat setidaknya dua kasus suap.

Pertama, putusan Pengadilan Negeri Samarinda pada awal Februari 2011 mengungkapkan bahwa Nurdin menerima uang sebesar Rp 100 juta dari mantan Manajer Persisam Aidil Fitri. PN Samarinda memutuskan Aidil terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dana APBD untuk klub Persisam senilai Rp 1,7 miliar.

Kedua, Nurdin juga pernah menjadi terpidana dalam kasus korupsi dana pendistribusian minyak goreng Bulog Rp 169,71 miliar pada 2007 dan divonis dua tahun penjara.

Bahkan, Nurdin, yang juga politisi Partai Golkar, diduga terjerat kasus suap pada pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom. Di persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, terdakwa kasus suap Hamka Yamdu menyebutkan bahwa Nurdin turut menerima uang senilai Rp 500 juta.

“Lolosnya Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie dalam seleksi pencalonan ketua PSSI sungguh disayangkan. Hal ini menandakan bahwa rezim PSSI telah akut, telah busuk sampai pada sendi-sendi organisasi PSSI. Inilah yang menyebabkan PSSI rawan dijadikan ladang korupsi, tempat subur politisasi busuk, dan ladang kering tumbuhnya demokratisasi dalam sepak bola,” kata aktivis Save Our Soccer, Apung Widadi, pada aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/2/2011).

sumber : kompas.com

Dibelahan dunia lain masyarakat sebuah negara sedang gencar2nya melakukan revolusi terhadap para diktator di negaranya, ternyata di negara kita tercinta Indonesia sebuah organisasi bernama PSSI juga harus segera dilakukan revolusi terhadap ……… 😀

Semoga keputusan yang terbaik bagi semua orang dan yang jelas bagi Indonesia ……

Related Search

Kisah Tauladan, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Anak Tukang Riba
Kisah Tauladan, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Anak Tukang Riba
Sufyan Ats-Tsauri bernama lengkap Sufyan bin Sa’id
Kisah Tauladan Urwah bin Zubair
Kisah Tauladan Urwah bin Zubair
Berikut ini adalah kisah tauladan dari Urwah
Dipisahkan Dengan Yang Salah
Dipisahkan Dengan Yang Salah
Air – wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas,
Kisah Ibnu Ummi Maktum Sahabat Rasulullah Yang Buta
Kisah Ibnu Ummi Maktum Sahabat Rasulullah Yang Buta
Sahabat Rasulullah yang satu ini memang bukan

Top